Kalau ngomongin publisher game yang berani keluar dari zona nyaman, Ubisoft layak banget masuk daftar teratas.
Selama dua dekade terakhir, mereka konsisten menghadirkan game-game inovatif yang sering kali beda dari yang lain.
Kadang berhasil, kadang menuai kontroversi, tapi satu hal yang pasti: Ubisoft gak takut bereksperimen.
Lewat berbagai proyek ambisius – mulai dari kebangkitan franchise lama hingga eksperimen di dunia open-world dan VR – Ubisoft terus berusaha mendorong batasan dalam industri game.
Yuk, simak 7 game yang menunjukkan betapa nekat dan kreatifnya Ubisoft dalam menciptakan pengalaman gaming yang fresh!
1. Watch Dogs – Hacking di Dunia Open-World? Why Not!
Saat banyak game mencoba meniru formula sukses GTA V, Ubisoft malah keluar dari jalur dan melahirkan Watch Dogs. Game ini menawarkan konsep open-world modern dengan mekanisme hacking sebagai senjata utama.
Kamu berperan sebagai Aiden Pearce, seorang hacker yang bisa meretas hampir semua hal di kota Chicago – dari kamera pengawas, lampu lalu lintas, hingga rekening bank warga.
Yang bikin unik, gameplay-nya lebih taktis ketimbang brutal. Kamu bisa menyusup, menciptakan kekacauan digital, dan menyelesaikan misi tanpa harus meledakkan semuanya.
Watch Dogs jelas membawa angin segar ke genre open-world.
2. Tom Clancy’s Rainbow Six Extraction – Rainbow Six + Alien = Seru?
Ubisoft mengambil langkah berani dengan memutar arah dari konsep realistis ala Siege, menuju ranah sci-fi bertema invasi alien lewat Rainbow Six Extraction.
Di sini, kamu dan tim harus menghadapi makhluk misterius dalam skenario PvE yang penuh tantangan.
Game ini punya banyak elemen menarik: sistem cedera permanen pada Operator, misi yang dibangun prosedural, dan mekanisme risk-reward yang bikin tiap aksi terasa menegangkan.
Meski sempat menuai pro-kontra, Extraction tetap menunjukkan betapa fleksibelnya IP Rainbow Six dalam genre yang berbeda.
3. Space Junkies – Game VR yang Terlalu Cepat untuk Zamannya
Sebelum VR jadi hype seperti sekarang, Ubisoft sudah lebih dulu mencoba peruntungannya lewat Space Junkies.
Game ini menggabungkan combat cepat dan gerakan bebas dalam gravitasi nol, menciptakan pengalaman shooter multiplayer yang imersif.
Sayangnya, karena pasar VR masih terbatas waktu itu, Space Junkies gagal menarik perhatian besar.
Tapi jangan salah, game ini adalah langkah awal penting dalam evolusi game VR multiplayer yang sekarang mulai naik daun.
4. The Crew – Balapan di Amerika dalam Skala Mini
Bayangin bisa ngebut dari East Coast ke West Coast Amerika dalam satu game. Nah, The Crew mewujudkan itu.
Dunia open-world-nya super luas, dengan berbagai lanskap mulai dari padang pasir, kota metropolitan, hingga pegunungan bersalju. Semua itu kamu lewati dalam satu transisi mulus tanpa loading screen.
Game ini juga mencampur elemen RPG dan online multiplayer, bikin pengalaman balapan jadi lebih sosial dan kompetitif.
Meski servernya udah ditutup, pengaruh The Crew tetap terasa hingga sekuel-sekuel berikutnya.
5. Tom Clancy’s Ghost Recon Wildlands – Dunia Terbuka Penuh Kebebasan
Wildlands jadi salah satu game taktis yang paling luas dalam hal eksplorasi. Dengan latar Bolivia fiktif yang dikuasai kartel narkoba, kamu dan tim bisa menyusun strategi sendiri untuk menyelesaikan misi.
Mau menyusup diam-diam? Boleh. Mau terjun langsung sambil ngebom markas musuh? Sah-sah aja.
Yang bikin beda, AI musuh cukup pintar dan kondisi cuaca serta waktu bisa memengaruhi gameplay.
Ditambah mode co-op yang solid, Wildlands berhasil memadukan gameplay taktis dengan kebebasan khas sandbox.
6. Star Wars Outlaws – Ubisoft + Star Wars = Harapan Baru?
Game ini bisa dibilang jadi pertaruhan besar Ubisoft. Star Wars Outlaws memperkenalkan pengalaman dunia terbuka yang benar-benar baru di semesta Star Wars.
Kamu akan berperan sebagai Kay Vess, pencuri muda yang berusaha mencari kebebasan sambil terlibat dengan berbagai faksi berbahaya.
Yang bikin menarik adalah sistem reputasi yang bisa berubah sesuai keputusanmu, serta kehadiran Nix, makhluk alien kecil yang jadi partner kamu dalam eksplorasi dan pertarungan.
Game ini menunjukkan bahwa Ubisoft berani tinggalkan formula lama demi sesuatu yang lebih organik dan imersif.
7. Skull and Bones – Ambisi Besar yang Penuh Drama
Dikembangkan selama lebih dari 10 tahun, Skull and Bones jadi salah satu proyek paling ambisius (dan paling banyak mengalami penundaan) dari Ubisoft.
Game ini awalnya terinspirasi dari pertempuran laut di Assassin’s Creed IV: Black Flag, lalu berkembang jadi game bajak laut penuh dengan sistem ekonomi, crafting, dan pertempuran kapal yang kompleks.
Meskipun banyak yang ragu karena pengembangannya sempat gak jelas arahnya, Skull and Bones tetap menunjukkan tekad Ubisoft dalam menciptakan game skala besar dengan konsep baru, meski harus bayar mahal dari sisi waktu dan sumber daya.
Ubisoft memang bukan tanpa cela. Beberapa eksperimennya berakhir gagal, beberapa lainnya sukses besar. Tapi satu hal yang tidak bisa dipungkiri: mereka berani ambil risiko.
Di saat banyak studio main aman dengan formula lama, Ubisoft tetap mencoba membawa sesuatu yang berbeda ke meja.
Entah itu lewat hacking modern di Watch Dogs, invasi alien di Rainbow Six Extraction, atau dunia bajak laut di Skull and Bones, game-game ini menunjukkan ambisi besar dan keberanian untuk terus berinovasi.







